Founder & Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, membagikan filosofi bisnis yang ia sebut sebagai CT Way dalam sesi Inspirational Speech di ajang LPS Financial Festival 2025, Kamis (21/8). Dengan pengalaman lebih dari 44 tahun membangun kerajaan bisnis, ia menekankan bahwa perjalanan seorang pengusaha tidak memiliki batas waktu, berbeda dengan karyawan yang memiliki masa pensiun.
Menurut pria yang akrab disapa CT ini, kesuksesan lahir dari akumulasi pengetahuan, pengalaman, serta kegagalan yang ditempa selama puluhan tahun. Ia menegaskan bahwa membangun bisnis bukanlah proses instan, melainkan perjalanan panjang yang memerlukan tekad dan konsistensi.
Dalam pidatonya, CT merumuskan 10 prinsip yang bisa menjadi panduan bagi generasi muda maupun profesional. Prinsip pertama, memulai dengan niat baik, baik dalam bekerja maupun berwirausaha. Prinsip kedua, membaca peluang, dan bila tidak ada, menciptakan peluang sendiri.
Ia juga menekankan bahwa uang bukanlah modal utama. Dengan mencontohkan kisah bisnis pertamanya saat kuliah, CT membuktikan bahwa kreativitas dan inisiatif dapat menggantikan keterbatasan modal. Baginya, alasan tidak memiliki uang tidak boleh menjadi penghalang untuk memulai.
Prinsip lain yang ia tekankan adalah kemampuan membaca masa depan sejak dini atau buy the future with the present value. Menurut CT, seorang pengusaha harus bisa menangkap arah tren sebelum peluang itu menjadi terlalu mahal atau sulit dijangkau.
Tak kalah penting, CT mengingatkan agar kegagalan dipandang sebagai sahabat, bukan musuh. Ia juga menekankan kerja keras, disiplin, ketelitian, serta sikap pantang menyerah. “Kerja keras saja belum tentu berhasil, apalagi jika tidak kerja keras,” ujarnya.
Selain itu, intuisi disebut sebagai hasil dari pengetahuan, diskusi, dan pengalaman yang terus diasah. Prinsip berikutnya adalah keberanian mengambil keputusan, serta fokus pada solusi, bukan masalah.
Ia juga menjelaskan bahwa pragmatisme dan idealisme bukanlah hal yang bertentangan. Menurutnya, keduanya harus berjalan beriringan: pragmatisme menjaga langkah jangka pendek, sementara idealisme memastikan arah jangka panjang.
Sebagai penutup, CT menekankan pentingnya mencari keberkahan Tuhan. Semua usaha, kata dia, harus dimulai dengan niat baik dan dijalani dengan usaha luar biasa. Dengan mengedepankan keberkahan, menurutnya, kunci kesuksesan bisa digapai.
