// Leadership Update

Muti Arintawati dan Kepemimpinan yang Menjaga Kepercayaan Publik LPPOM

August 27, 2026

Share:

Muti Arintawati dan LPPOM meraih IPRA 2026 kategori Corporate Reputation. Penghargaan ini menegaskan pentingnya kepemimpinan, konsistensi, dan kepercayaan publik.

JAKARTA — Bagi sebuah organisasi yang menjalankan fungsi pemeriksaan halal, kepercayaan bukan sekadar bagian dari citra. Kepercayaan menjadi modal utama agar masyarakat dan pelaku usaha yakin terhadap proses, standar, serta profesionalisme lembaga yang menjalankan tugas tersebut.

Prinsip itulah yang menjadi salah satu bagian dari perjalanan LPPOM hingga memperoleh penghargaan Indonesia Public Relations Awards (IPRA) 2026 kategori Corporate Reputation sektor Non-Governmental Organization (NGO). Penghargaan tersebut diterima Direktur Utama LPPOM, Ir. Muti Arintawati, M.Si., pada 6 Agustus 2026 di Gedung Sapta Pesona, Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata RI, Jakarta.

Penghargaan dari The Iconomics Media dengan dukungan Axia Research tersebut menjadi pengakuan terhadap reputasi organisasi berdasarkan persepsi publik. Penilaiannya mencakup tiga dimensi, yaitu Business & Commercial Reputation, People & Leadership Reputation, serta Social & Citizenship Reputation.

Bagi Muti, penghargaan itu tidak berhenti pada pencapaian institusi. Reputasi, dalam praktiknya, merupakan hasil dari perjalanan panjang yang dibentuk melalui konsistensi layanan, kompetensi sumber daya manusia, komunikasi dan kontribusi organisasi kepada para pemangku kepentingannya.

Kepemimpinan yang Dibangun dari Pengalaman

Perjalanan kepemimpinan Muti Arintawati di bidang halal bukanlah perjalanan yang singkat. Profil LPPOM mencatat Muti aktif dalam bidang sertifikasi halal sejak 1994. Ia kemudian menjalani berbagai peran di LPPOM, termasuk sebagai kepala bidang sertifikasi dan Sistem Jaminan Halal, kepala bidang auditing, wakil direktur, hingga akhirnya menjadi Direktur Utama.

Rentang pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana kepemimpinan di organisasi teknis dibangun dari pemahaman terhadap proses di lapangan.

Muti tidak hanya berada pada posisi pengambil keputusan. Pengalamannya sebagai auditor halal dan keterlibatannya dalam pengembangan sistem serta standar halal memberikan perspektif teknis yang menjadi bekal dalam menjalankan organisasi.

Dalam konteks kepemimpinan modern, pengalaman semacam itu menjadi penting. Pemimpin tidak hanya dituntut mampu menetapkan arah, tetapi juga memahami pekerjaan yang menjadi fondasi organisasi.

Reputasi Lahir dari Konsistensi

Penghargaan reputasi yang diterima LPPOM menunjukkan bahwa persepsi terhadap organisasi tidak dapat dipisahkan dari konsistensi kinerja.

LPPOM sendiri memiliki perjalanan panjang. Lembaga tersebut didirikan pada 1989 dan menerbitkan sertifikat halal MUI pertama pada 1994. Dalam perkembangannya, LPPOM membangun sistem sertifikasi online, memperkenalkan standar Sistem Jaminan Halal, memperoleh berbagai akreditasi dan pada 2019 ditunjuk sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) oleh BPJPH.

Jejak tersebut menjadi bagian dari reputasi yang dibangun selama puluhan tahun.

Bagi seorang pemimpin, menjaga organisasi yang memiliki sejarah panjang sekaligus beradaptasi terhadap perubahan merupakan tantangan tersendiri.

Menghadapi Perubahan Ekosistem Halal

Industri halal terus berkembang. Sertifikasi tidak lagi hanya berkaitan dengan produk makanan dan minuman.

Muti pernah menjelaskan bahwa kebutuhan sertifikasi halal memiliki cakupan dari hulu hingga hilir, termasuk bahan baku, bahan tambahan, bahan penolong, kemasan yang bersentuhan dengan makanan, rumah potong hewan, logistik, kosmetik hingga obat-obatan.

Perubahan tersebut membuat organisasi pemeriksa halal perlu memiliki kemampuan untuk memahami perkembangan industri.

Pemimpin di sektor ini dituntut tidak hanya mempertahankan standar, tetapi juga memastikan organisasi mampu mengikuti kompleksitas produk dan rantai pasok yang terus berkembang.

Membawa UMK Naik Kelas

Kepemimpinan LPPOM juga memiliki dimensi pemberdayaan.

Dalam sebuah forum pada 2025, Muti menekankan pentingnya proses dan standar halal sebagai bagian dari strategi membantu usaha mikro dan kecil berkembang menuju pasar yang lebih luas, termasuk pasar modern dan ekspor.

Perspektif tersebut memperlihatkan bahwa sertifikasi halal tidak semata-mata dilihat sebagai kewajiban administratif.

Bagi pelaku usaha, pemenuhan standar halal dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang memasuki pasar yang membutuhkan jaminan halal.

Di titik ini, kepemimpinan organisasi memiliki peran strategis untuk memastikan layanan yang diberikan mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha dari berbagai skala.

Ketika Kepercayaan Menjadi Ukuran Kepemimpinan

Salah satu pelajaran penting dari penghargaan IPRA 2026 adalah bahwa reputasi organisasi memiliki hubungan erat dengan kualitas kepemimpinan.

Kategori People & Leadership Reputation yang digunakan dalam penilaian menunjukkan bahwa persepsi terhadap pemimpin merupakan salah satu unsur dalam membentuk reputasi organisasi.

Namun, reputasi pemimpin tidak berdiri sendiri.

Ia tercermin dari bagaimana organisasi bekerja, bagaimana keputusan dibuat, bagaimana sumber daya manusia dikembangkan dan bagaimana pemangku kepentingan mendapatkan pelayanan.

Karena itu, kepemimpinan yang efektif pada akhirnya harus mampu mengubah visi menjadi praktik organisasi.

Dari Penghargaan Menjadi Tanggung Jawab

Penghargaan dapat menjadi sumber kebanggaan, tetapi bagi organisasi yang berorientasi pada kepercayaan publik, penghargaan juga membawa tanggung jawab baru.

LPPOM perlu terus mempertahankan kualitas pemeriksaan, mengembangkan kompetensi auditor dan sumber daya manusia, memperkuat sistem layanan serta memastikan komunikasi dengan masyarakat berlangsung secara terbuka dan profesional.

Muti sendiri memiliki latar belakang pendidikan ilmu pangan di Institut Pertanian Bogor dan pengalaman panjang dalam pengembangan sertifikasi serta standar halal.

Kombinasi antara pengalaman teknis dan kepemimpinan organisasi menjadi modal untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Kepemimpinan yang Tidak Berhenti di Ruang Organisasi

Pada akhirnya, kepemimpinan LPPOM memiliki dampak yang melampaui batas internal lembaga.

Setiap keputusan dan standar yang diterapkan berhubungan dengan pelaku usaha, auditor, industri, serta masyarakat sebagai konsumen.

Karena itu, reputasi LPPOM juga dibangun melalui hubungan dengan berbagai pihak tersebut.

Kepemimpinan yang mampu menjaga keseimbangan antara standar, pelayanan dan kebutuhan industri akan menjadi semakin penting ketika ekosistem halal Indonesia berkembang.

Menjaga Arah di Tengah Pertumbuhan Industri Halal

Indonesia memiliki peluang besar dalam ekonomi halal. Namun, peluang tersebut membutuhkan ekosistem yang memiliki standar dan kredibilitas.

Dalam konteks tersebut, lembaga pemeriksa halal memiliki peran strategis.

LPPOM perlu terus menjaga kompetensi dan integritas proses pemeriksaan sekaligus beradaptasi dengan kebutuhan industri.

Bagi Muti dan jajaran kepemimpinan LPPOM, tantangannya bukan hanya mempertahankan reputasi yang sudah terbentuk, tetapi memastikan reputasi tersebut tetap relevan ketika organisasi menghadapi kebutuhan baru.

Penutup

Penghargaan IPRA 2026 untuk kategori Corporate Reputation memberikan gambaran tentang perjalanan LPPOM dalam membangun kepercayaan publik.

Di balik penghargaan tersebut terdapat sejarah panjang organisasi, pengalaman kepemimpinan, pengembangan standar, peningkatan layanan dan keterlibatan dengan pelaku usaha.

Perjalanan Muti Arintawati juga memperlihatkan bahwa kepemimpinan tidak selalu dibangun melalui satu keputusan besar. Kepemimpinan sering kali tumbuh dari konsistensi menjalankan tanggung jawab, memahami persoalan teknis dan menjaga kepercayaan yang diberikan kepada organisasi.

Bagi LPPOM, penghargaan ini dapat menjadi momentum untuk terus memperkuat profesionalisme sekaligus meningkatkan kontribusi dalam ekosistem halal.

Sebab, pada akhirnya, reputasi terbaik bukan hanya tentang bagaimana organisasi dipandang hari ini, tetapi tentang seberapa konsisten organisasi membuktikan nilai dan tanggung jawabnya dari waktu ke waktu.

Sumber

SINDOnews — Reputasi dan Kepercayaan Jadi Fondasi Penting bagi Organisasi

award magazine