// Leadership Update

Kepemimpinan Telkomsel Dorong Transformasi AI dan Autonomous Network

August 24, 2026

Share:

Tiga pengakuan global Telkomsel di TM Forum DTW Ignite 2026 menegaskan kepemimpinan perusahaan dalam AI, autonomous network, dan ketahanan digital Indonesia.

JAKARTA — Transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat sebuah perusahaan mengadopsi teknologi. Lebih dari itu, transformasi membutuhkan kepemimpinan yang mampu menentukan arah, membangun kolaborasi, serta memastikan inovasi menghasilkan manfaat nyata bagi pelanggan dan masyarakat.

Hal tersebut tercermin dari capaian Telkomsel dalam ajang TM Forum Digital Transformation World (DTW) Ignite 2026 di Copenhagen, Denmark. Pada forum yang berlangsung 23–25 Juni 2026 tersebut, Telkomsel meraih tiga pengakuan global yang berkaitan dengan inovasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan pengembangan jaringan otonom.

Tiga pencapaian itu meliputi TM Forum Excellence Awards 2026 kategori Excellence in People, Profit, and Planet, pengakuan Catalyst Innovation Visionary, serta Autonomous Network Level 4 (ANL-4) Alpha Validation. Telkomsel menjadi operator pertama di Indonesia dan ketiga di Asia Tenggara yang memperoleh validasi ANL-4 tersebut.

Di balik capaian tersebut terdapat agenda kepemimpinan teknologi yang semakin jelas. Telkomsel tidak menempatkan AI semata sebagai teknologi baru, melainkan sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas layanan, memperkuat ketahanan jaringan dan menciptakan pengalaman digital yang lebih baik.

Kepemimpinan yang Berorientasi pada Dampak

Salah satu inovasi yang mengantarkan Telkomsel meraih TM Forum Excellence Awards adalah AI-Powered Early Warning System.

Sistem ini dikembangkan untuk mendeteksi potensi dampak bencana lebih awal, mempercepat respons dan membantu menjaga keberlangsungan layanan telekomunikasi. Teknologi tersebut mengintegrasikan data internal dan eksternal untuk melakukan pemantauan serta analisis terhadap kondisi yang berpotensi mengganggu layanan.

Menurut Telkomsel, sistem tersebut telah mendeteksi ribuan insiden, menjangkau ratusan kota dan mengirimkan jutaan peringatan. Dengan pendekatan tersebut, AI tidak berhenti sebagai proyek teknologi, tetapi diarahkan menjadi bagian dari mekanisme ketahanan operasional perusahaan.

Di sinilah kepemimpinan menjadi penting. Teknologi yang kompleks harus memiliki tujuan yang sederhana dan terukur: memastikan masyarakat tetap mendapatkan konektivitas ketika membutuhkan layanan digital.

Peran Joyce Shia dalam Agenda Teknologi

Direktur IT Telkomsel Joyce Shia menjadi salah satu figur penting dalam agenda transformasi teknologi perusahaan.

Joyce menekankan bahwa pemanfaatan AI perlu didukung fondasi data dan sistem yang terintegrasi serta terpercaya. Menurutnya, penggunaan AI secara bertanggung jawab diarahkan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan sekaligus mendukung kemajuan digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Pernyataan tersebut memperlihatkan pendekatan kepemimpinan yang tidak hanya mengejar teknologi paling baru.

Ada penekanan pada fondasi.

AI membutuhkan data berkualitas, infrastruktur yang terintegrasi, tata kelola yang baik dan kemampuan manusia yang memahami bagaimana teknologi tersebut digunakan secara bertanggung jawab.

Bagi organisasi besar seperti Telkomsel, pendekatan tersebut penting karena transformasi digital harus berjalan pada skala yang sangat besar.

Jaringan yang Semakin Cerdas

Agenda kepemimpinan teknologi Telkomsel juga terlihat dari pengembangan autonomous network.

Direktur Network Telkomsel Indra Mardiatna menegaskan bahwa manfaat teknologi pada akhirnya harus dirasakan pelanggan melalui koneksi yang tetap lancar dan andal. Karena itu, AI digunakan untuk membantu mendeteksi potensi gangguan lebih dini dan mempercepat penanganannya.

Pendekatan ini mengubah cara operator melihat jaringan.

Jaringan tidak lagi hanya menjadi infrastruktur yang harus dipantau manusia sepanjang waktu. Dengan dukungan AI dan otomasi, sistem dapat semakin aktif mengidentifikasi pola, mengenali potensi masalah dan membantu mengambil tindakan secara lebih cepat.

Bagi pelanggan, kompleksitas tersebut tidak perlu terlihat.

Ukuran keberhasilannya justru sederhana: koneksi tetap tersedia, layanan berjalan stabil dan gangguan dapat ditangani lebih cepat.

ANL-4 sebagai Tonggak Transformasi

Validasi Autonomous Network Level 4 menjadi salah satu capaian paling strategis Telkomsel di DTW Ignite 2026.

TM Forum menempatkan pengembangan autonomous network sebagai bagian penting dari transformasi industri telekomunikasi global. Di tingkat tersebut, jaringan dituntut semakin mampu menjalankan proses pemantauan dan pengelolaan secara otomatis dengan intervensi manusia yang semakin terbatas.

Telkomsel memperoleh AN L4 Alpha Validation sebagai operator pertama di Indonesia dan ketiga di Asia Tenggara. Validasi tersebut diperoleh melalui penerapan AI dalam pengelolaan kualitas layanan menggunakan solusi NPS Improvement with AI for Autonomous by TAZ.

Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa agenda transformasi Telkomsel telah bergerak dari tahap eksperimen menuju implementasi teknologi pada operasi jaringan.

Kepemimpinan melalui Kolaborasi

Transformasi teknologi tidak mungkin dilakukan secara individual.

Telkomsel aktif terlibat dalam program TM Forum Catalyst, sebuah ekosistem kolaboratif yang mempertemukan operator, penyedia teknologi dan berbagai perusahaan untuk mengembangkan solusi terhadap persoalan nyata industri.

TM Forum mencatat Telkomsel dan Huawei sebagai penerima Catalyst Innovation Visionary dalam DTW Ignite 2026. Program Catalyst tahun ini melibatkan 59 tim, lebih dari 1.350 individu dan lebih dari 250 organisasi dari ekosistem telekomunikasi global.

Angka tersebut menunjukkan skala kolaborasi yang dibutuhkan untuk membangun teknologi telekomunikasi generasi berikutnya.

Bagi Telkomsel, keterlibatan dalam ekosistem tersebut juga memberikan ruang untuk berbagi pengalaman, menguji teknologi dan ikut membentuk standar industri.

Dari Inovasi Menuju Budaya Organisasi

Sebuah penghargaan teknologi tidak akan banyak berarti jika hanya menghasilkan satu proyek.

Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana inovasi menjadi bagian dari budaya organisasi.

Telkomsel perlu memastikan kemampuan AI dan otomasi tidak hanya berada di satu kelompok ahli, tetapi dapat digunakan secara lintas fungsi untuk mendukung pengambilan keputusan dan peningkatan layanan.

Di sinilah kepemimpinan transformasional dibutuhkan.

Pemimpin tidak cukup mengatakan bahwa AI penting. Mereka perlu menciptakan lingkungan yang memungkinkan tim bereksperimen, belajar dari kegagalan, mengukur hasil dan mengembangkan inovasi secara berkelanjutan.

Menjaga Keseimbangan antara Teknologi dan Manusia

Perkembangan autonomous network juga tidak berarti menghilangkan peran manusia.

Sebaliknya, semakin cerdas sebuah jaringan, semakin penting kemampuan manusia untuk menetapkan tujuan, mengawasi risiko dan memastikan teknologi digunakan secara bertanggung jawab.

Telkomsel sendiri menekankan pentingnya fondasi data dan sistem yang terintegrasi serta terpercaya dalam pemanfaatan AI.

Pendekatan tersebut menjadi penting di tengah perkembangan AI yang semakin cepat.

Keputusan berbasis teknologi harus tetap memperhatikan keamanan, privasi, keandalan dan kepentingan pelanggan.

Dengan kata lain, transformasi digital membutuhkan keseimbangan antara kecerdasan mesin dan kualitas kepemimpinan manusia.

Memperkuat Ketahanan Digital Indonesia

Bagi Telkomsel, transformasi jaringan juga berkaitan dengan agenda yang lebih luas, yakni ketahanan digital Indonesia.

Infrastruktur telekomunikasi telah menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat dan perekonomian. Ketika terjadi bencana atau gangguan besar, konektivitas dapat berperan dalam penyebaran informasi, koordinasi bantuan hingga pemulihan aktivitas ekonomi.

Karena itu, sistem peringatan dini berbasis AI dan jaringan yang lebih otomatis memiliki nilai strategis di luar kepentingan operasional perusahaan.

Teknologi tersebut dapat membantu memastikan konektivitas tetap tersedia dan respons terhadap gangguan berlangsung lebih cepat.

Indra Mardiatna menyebut jaringan yang semakin cerdas dan resilien sebagai fondasi penting untuk memperkuat ketahanan digital Indonesia.

Telkomsel dan Kepemimpinan di Tingkat Global

Pengakuan di Copenhagen juga memperlihatkan bahwa inovasi dari Indonesia dapat memperoleh perhatian dalam ekosistem teknologi global.

TM Forum merupakan aliansi global yang mencakup lebih dari 800 organisasi dalam ekosistem konektivitas, termasuk penyedia layanan komunikasi, hyperscaler, penyedia peralatan jaringan, konsultan dan integrator sistem.

Berada dalam ekosistem tersebut memberikan Telkomsel kesempatan untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi.

Perusahaan juga dapat mengambil peran dalam pengembangan solusi, standar dan model bisnis yang akan membentuk masa depan industri telekomunikasi.

Inilah bentuk kepemimpinan yang lebih luas: bukan hanya unggul di pasar domestik, tetapi ikut berkontribusi dalam percakapan industri global.

Konsistensi sebagai Kunci

Capaian 2026 juga bukan pengalaman pertama Telkomsel mendapatkan pengakuan di forum TM Forum.

Perusahaan sebelumnya telah memperoleh sejumlah penghargaan dalam rangkaian DTW, menunjukkan konsistensi keterlibatan Telkomsel dalam pengembangan inovasi telekomunikasi global.

Konsistensi tersebut penting karena transformasi digital merupakan perjalanan jangka panjang.

Teknologi akan terus berubah. AI yang dianggap mutakhir hari ini dapat menjadi standar industri beberapa tahun kemudian.

Karena itu, keunggulan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengadopsi teknologi terbaru, tetapi juga kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi.

Kepemimpinan yang Menghubungkan Teknologi dengan Tujuan

Tiga pengakuan global Telkomsel di DTW Ignite 2026 pada akhirnya memberikan gambaran mengenai arah kepemimpinan perusahaan.

AI digunakan untuk mendukung ketahanan layanan. Autonomous network dikembangkan untuk meningkatkan kualitas jaringan. Kolaborasi global dilakukan untuk mempercepat inovasi.

Ketiganya memiliki satu kesamaan: teknologi ditempatkan sebagai alat untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

Bagi pelanggan, tujuannya adalah pengalaman digital yang lebih baik.

Bagi perusahaan, tujuannya adalah operasi yang lebih efisien dan tangguh.

Bagi Indonesia, tujuannya adalah membangun ekosistem digital yang semakin kuat dan inklusif.

Menatap Babak Berikutnya

Pencapaian Telkomsel di Copenhagen menjadi momentum penting, tetapi sekaligus membuka tantangan baru.

Setelah memperoleh validasi ANL-4, perusahaan perlu terus meningkatkan tingkat otomatisasi, memperluas penerapan AI dan memastikan kualitas jaringan tetap menjadi prioritas.

Pada saat yang sama, perusahaan perlu menjaga agar transformasi tetap berpusat pada manusia.

Kepemimpinan teknologi pada akhirnya bukan tentang siapa yang paling cepat menggunakan AI, melainkan siapa yang paling mampu mengubah teknologi menjadi manfaat nyata.

Dengan fondasi tersebut, tiga pengakuan global Telkomsel di DTW Ignite 2026 dapat dilihat bukan sebagai titik akhir, tetapi sebagai penanda perjalanan menuju organisasi telekomunikasi yang semakin cerdas, adaptif dan berorientasi pada masa depan.

Sumber

CNN Indonesia — Telkomsel Raih Tiga Pengakuan Global di TM Forum DTW Ignite 2026

award magazine