Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

// Leadership Update

Griselda Nuria Alisha: Dari Kepemimpinan OSIS hingga Panggung Inovasi Internasional

November 4, 2026

Share:

Griselda Nuria Alisha, siswi MAN 1 Kota Malang, meraih penghargaan internasional di Malaysia lewat DJOGOSURO, inovasi mitigasi bencana berbasis kearifan lokal.

Prestasi seorang pelajar tidak selalu lahir dari ruang kelas. Dalam banyak kesempatan, kemampuan memimpin, keberanian menyampaikan gagasan, dan kepekaan membaca persoalan di sekitar justru menjadi bagian penting dari proses tersebut. Perjalanan Griselda Nuria Alisha, siswi MAN 1 Kota Malang, menjadi salah satu contoh bagaimana pengalaman organisasi dapat berjalan beriringan dengan inovasi.

Griselda berhasil meraih MMU President’s Excellence Award – 2nd Runner-Up dalam World Sustainable Development Goals Challenge (WSDG) 2026 di Malaysia. Ia tampil sebagai peserta individu yang mewakili MAN 1 Kota Malang melalui karya berjudul “DJOGOSURO: Education Based on Local Wisdom Using Lembu Suro Cinematic VR and Website to Enhance Preparedness for Volcanic Eruption Disaster Mitigation.”

Kompetisi tersebut berlangsung pada 24–28 September 2026 di Multimedia University, Cyberjaya, Malaysia. Penghargaan diberikan dalam WSDG 2026 International Awarding Ceremony pada 26 September di Tun Chancellor Hall. Atas pencapaiannya, Griselda memperoleh piala, medali, serta hadiah senilai RM850.

SPONSORED VIDEO
Tertarik dengan penawaran ini?Pilih Lihat Detail atau langsung Hubungi Kami.

Yang menarik dari karya tersebut bukan hanya penggunaan teknologi, tetapi juga gagasan yang menjadi fondasinya. DJOGOSURO menghubungkan kearifan lokal Lembu Suro dengan Cinematic Virtual Reality dan website untuk menghadirkan edukasi mengenai kesiapsiagaan menghadapi erupsi gunung berapi.

Pendekatan tersebut menunjukkan cara berpikir yang tidak berhenti pada persoalan teknologi. Griselda justru memulai dari sesuatu yang dekat dengan masyarakat, yakni budaya lokal, kemudian mengembangkannya menjadi media yang dapat digunakan untuk menyampaikan pengetahuan mengenai mitigasi bencana.

Dalam konteks kepemimpinan generasi muda, pilihan tersebut menjadi penting. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu mengarahkan orang lain, tetapi juga perlu memiliki kepekaan terhadap persoalan di sekitarnya. DJOGOSURO memperlihatkan bagaimana sebuah persoalan sosial dapat diterjemahkan menjadi gagasan dan kemudian dikembangkan menjadi sebuah karya.

Pengalaman Griselda sebagai Ketua OSIS MAN 1 Kota Malang periode 2025/2026 turut menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Situs resmi MAN 1 Kota Malang juga mencatat nama Griselda dalam struktur kepengurusan OSIS sekolah.

Pengalaman memimpin organisasi sekolah memberikan ruang bagi Griselda untuk belajar berkomunikasi, bekerja bersama orang lain, mengambil tanggung jawab, dan memahami dinamika organisasi. Pengalaman tersebut kemudian bertemu dengan tantangan yang berbeda ketika ia harus tampil sebagai peserta individu dalam kompetisi internasional.

Di Malaysia, tantangannya bukan lagi sebatas menjalankan program organisasi. Griselda harus membawa sebuah gagasan, menjelaskan nilai inovasinya, dan mempertanggungjawabkan karya tersebut di hadapan lingkungan kompetisi internasional. Karena itu, penghargaan yang diraih juga menjadi bagian dari proses pembentukan keberanian dan kemandirian.

WSDG 2026 sendiri memberikan ruang bagi gagasan yang berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals. Berdasarkan sertifikat penghargaan yang diberitakan TIMES Indonesia, pencapaian Griselda diberikan sebagai apresiasi atas kreativitas, inovasi, dedikasi, dan komitmennya dalam mengembangkan solusi yang selaras dengan SDGs.

Di sisi lain, perjalanan DJOGOSURO menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi ruang untuk menghubungkan berbagai disiplin. Budaya lokal, teknologi digital, pendidikan, dan mitigasi bencana dipertemukan dalam satu gagasan. Pola seperti ini memberikan kesempatan kepada pelajar untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat bagaimana pengetahuan dapat digunakan untuk menjawab persoalan nyata.

Karya tersebut juga mengingatkan bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang jauh atau rumit. Persoalan yang ada di lingkungan sekitar dapat menjadi sumber ide ketika dilihat dengan perspektif yang berbeda. Dalam kasus Griselda, kearifan lokal Lembu Suro menjadi titik awal untuk membangun pendekatan baru dalam edukasi kebencanaan.

Prestasi internasional ini juga hadir di tengah rekam jejak MAN 1 Kota Malang yang cukup aktif dalam berbagai bidang prestasi. Laporan JATIMTIMES pada Mei 2026 menyebut MAN 1 Kota Malang telah mengumpulkan 170 prestasi dari tingkat kota hingga internasional sepanjang periode 2025 hingga April 2026.

Bagi Griselda, penghargaan di Malaysia bukan sekadar pencapaian akhir. Ia dapat menjadi pengalaman yang memperluas cara pandang, sekaligus menjadi bekal untuk terus mengembangkan kemampuan akademik, kepemimpinan, komunikasi, dan inovasi.

Perjalanan dari organisasi sekolah menuju panggung internasional menunjukkan bahwa kepemimpinan dapat tumbuh melalui proses yang bertahap. Berani mengambil tanggung jawab, menemukan persoalan, mengembangkan gagasan, kemudian berani membawa gagasan tersebut ke ruang yang lebih luas merupakan bagian dari proses pembelajaran.

Pada akhirnya, kisah Griselda Nuria Alisha memperlihatkan bahwa kepemimpinan generasi muda tidak selalu hadir dalam bentuk jabatan. Ia juga dapat terlihat dari keberanian memilih persoalan yang penting, mencari solusi, dan membawa gagasan tersebut agar dapat memberi manfaat bagi lingkungan yang lebih luas.

Dari MAN 1 Kota Malang menuju Malaysia, DJOGOSURO menjadi bagian dari perjalanan seorang pelajar dalam mengembangkan diri. Penghargaan yang diraih menjadi penanda, sementara proses belajar, kepemimpinan, dan keberanian berinovasi menjadi bekal yang dapat terus dibawa menuju tahap berikutnya.

award magazine