Muhammad Awaluddin menerima penghargaan The Most Committed GRC Leader 2026, seiring konsistensi Jasa Raharja memperkuat tata kelola, risiko, dan kepatuhan.
JAKARTA — Kepemimpinan dalam organisasi tidak hanya diukur dari kemampuan menetapkan arah perusahaan, tetapi juga dari bagaimana prinsip dan kebijakan diterjemahkan menjadi budaya kerja. Bagi PT Jasa Raharja (Persero), aspek tersebut tercermin melalui konsistensi penerapan governance, risk management, and compliance (GRC) yang kembali mendapatkan pengakuan dalam TOP GRC Awards 2026.
Dalam ajang yang diselenggarakan Majalah TOP Business di Hotel Raffles Jakarta pada 9 September 2026 tersebut, Jasa Raharja menerima empat penghargaan. Salah satunya adalah The Most Committed GRC Leader 2026 yang diberikan kepada Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin. Tiga penghargaan lainnya terdiri atas Platinum Medal, TOP GRC Awards 2026 #Star 5, dan The High Performing Board of Commissioners on GRC 2026.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Muhammad Awaluddin bersama Komisaris Independen Jasa Raharja, Viviet Savitri Prapita S. Dalam konteks kepemimpinan, pengakuan tersebut berkaitan dengan bagaimana perusahaan menempatkan GRC sebagai bagian dari strategi, proses pengambilan keputusan, dan kegiatan operasional, bukan sekadar sebagai seperangkat prosedur administratif.
Awaluddin menyampaikan bahwa bagi Jasa Raharja, tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan perlu menjadi bagian dari setiap proses bisnis sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pernyataan tersebut menggambarkan pendekatan yang menempatkan GRC sebagai bagian dari proses kerja sehari-hari dan bukan hanya sebagai kewajiban pemenuhan ketentuan.
Konsistensi penerapan tersebut juga terlihat dari rekam penghargaan Jasa Raharja. Perusahaan mempertahankan predikat Bintang 5 TOP GRC Awards selama delapan tahun berturut-turut, sejak 2019 hingga 2026. Sementara penghargaan The High Performing Board of Commissioners on GRC dipertahankan selama enam tahun berturut-turut, dari 2021 hingga 2026. Penghargaan untuk kategori The Most Committed GRC Leader juga terus dipertahankan pada periode tersebut.
Namun, menurut Awaluddin, konsistensi itu tidak berdiri pada satu figur. Ia menyebut keterlibatan Direksi, Dewan Komisaris, dan seluruh insan Jasa Raharja menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola serta budaya sadar risiko di setiap lini organisasi. Dengan pendekatan tersebut, kepemimpinan tidak berhenti pada arahan dari tingkat atas, tetapi perlu diterjemahkan menjadi perilaku dan keputusan di seluruh organisasi.
Perspektif tersebut menjadi relevan bagi perusahaan yang menjalankan fungsi pelayanan publik. Jasa Raharja merupakan perusahaan yang bergerak dalam penyelenggaraan asuransi sosial, sehingga kualitas tata kelola dan pengelolaan risiko memiliki hubungan dengan keberlangsungan pelaksanaan fungsi perusahaan. Profil resmi Jasa Raharja menyebut perusahaan kini beroperasi secara khusus di bidang asuransi sosial sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi seorang pemimpin, penerapan GRC juga menuntut kemampuan menjaga keseimbangan antara pencapaian target, pengelolaan risiko, kepatuhan terhadap regulasi, dan kebutuhan pemangku kepentingan. Dalam kerangka tersebut, keputusan bisnis tidak hanya dilihat dari hasil jangka pendek, tetapi juga dari bagaimana keputusan tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan nilai berkelanjutan.
Tema TOP GRC Awards 2026, yakni “Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC”, turut menempatkan keberlanjutan, tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, pengendalian, budaya organisasi, serta pemanfaatan data dan teknologi dalam satu kerangka. Tema ini menunjukkan bahwa praktik GRC semakin berkaitan dengan kemampuan organisasi menghadapi perubahan dan risiko yang berkembang.
Dalam konteks tersebut, kepemimpinan memiliki peran untuk memastikan prinsip GRC tidak berhenti sebagai dokumen kebijakan. Sistem harus diterjemahkan ke dalam proses kerja, sementara budaya sadar risiko perlu dibangun secara konsisten di berbagai tingkatan organisasi. Hal inilah yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan Jasa Raharja dalam mempertahankan pengakuan di bidang GRC.
Bagi Muhammad Awaluddin, penghargaan The Most Committed GRC Leader 2026 juga ditempatkan sebagai hasil kerja bersama. Perspektif tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan penerapan tata kelola membutuhkan keterlibatan lintas fungsi, mulai dari jajaran pimpinan dan pengawasan hingga seluruh insan perusahaan.
Ke depan, tantangan kepemimpinan bukan hanya mempertahankan capaian yang telah diperoleh, tetapi memastikan prinsip GRC tetap relevan ketika lingkungan bisnis, regulasi, teknologi, dan kebutuhan masyarakat terus berubah. Dalam konteks Jasa Raharja, penguatan tersebut diarahkan untuk mendukung kualitas pengambilan keputusan, meningkatkan ketahanan organisasi, serta menjaga nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.
Dengan demikian, penghargaan yang diterima Jasa Raharja pada TOP GRC Awards 2026 menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam membangun tata kelola secara berkelanjutan. Sementara bagi Muhammad Awaluddin, pengakuan sebagai The Most Committed GRC Leader 2026 menjadi catatan atas peran kepemimpinan dalam mendorong penerapan GRC yang melibatkan seluruh organisasi.




