PERURI meraih Indonesia PR Award 2026. Di bawah kepemimpinan Dwina Septiani Wijaya, transformasi digital dan penguatan reputasi menjadi bagian dari strategi perusahaan.
JAKARTA — Penghargaan bagi sebuah perusahaan sering kali menjadi cermin dari perjalanan panjang yang dilakukan di belakang layar. Bagi Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI), Indonesia Public Relations Awards (IPRA) 2026 menjadi salah satu penanda bahwa transformasi perusahaan tidak hanya menyentuh teknologi dan model bisnis, tetapi juga bagaimana kepercayaan dibangun bersama para pemangku kepentingan.
PERURI meraih penghargaan kategori Popular Companies–Security Technology dalam IPRA 2026. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap upaya perusahaan dalam membangun komunikasi dan reputasi di tengah perubahan posisi PERURI dari perusahaan yang identik dengan percetakan sekuriti menjadi perusahaan teknologi high security.
Di balik perjalanan tersebut terdapat peran kepemimpinan Direktur Utama PERURI, Dwina Septiani Wijaya. Kepemimpinannya berlangsung ketika perusahaan menghadapi perubahan mendasar dalam lanskap industri: teknologi digital berkembang cepat, kebutuhan keamanan semakin kompleks, dan ekspektasi publik terhadap perusahaan negara semakin tinggi.
Bagi seorang pemimpin, transformasi tidak cukup dilakukan dengan mengubah sistem. Transformasi membutuhkan kemampuan untuk membawa seluruh organisasi memahami mengapa perubahan harus dilakukan dan ke mana arah perusahaan akan bergerak.
Memimpin Perubahan, Bukan Sekadar Mengikutinya
PERURI secara bertahap mengembangkan bisnis dari kompetensi tradisional security printing menuju layanan keamanan digital. Perusahaan kini mengembangkan empat pilar bisnis, yaitu Banknote Printing Technology, Security Printing Technology, Digital Security Technology, dan Government Technology.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa transformasi PERURI bukan sekadar respons terhadap tren teknologi. Perusahaan berupaya mengembangkan kompetensi yang telah dimiliki selama puluhan tahun ke dalam konteks digital.
Dwina pernah menegaskan bahwa PERURI pada dasarnya tidak meninggalkan bisnis utamanya sebagai penjamin keaslian, melainkan memperluas kemampuan tersebut dari ranah printing menuju layanan hybrid dan digital.
Cara pandang tersebut menjadi penting dalam melihat kepemimpinan transformasional. Perubahan tidak diposisikan sebagai pemutusan terhadap masa lalu, tetapi sebagai pengembangan atas kompetensi yang sudah menjadi kekuatan perusahaan.
Kepercayaan sebagai Fondasi Kepemimpinan
Bagi PERURI, kata “kepercayaan” memiliki makna yang sangat fundamental.
Selama puluhan tahun, perusahaan menjalankan mandat yang berkaitan dengan produk dan dokumen berkeamanan tinggi. Seiring perkembangan teknologi, prinsip tersebut kemudian dibawa ke lingkungan digital.
PERURI bahkan ditunjuk pemerintah sebagai GovTech Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023. Penugasan tersebut menjadi bagian dari agenda percepatan transformasi digital dan keterpaduan layanan digital nasional.
Peran tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan yang diberikan negara kepada perusahaan. Karena itu, menjaga kredibilitas menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kepemimpinan perusahaan.
Dalam konteks ini, komunikasi korporasi memiliki fungsi strategis. Masyarakat perlu mengetahui bagaimana transformasi dilakukan, sementara para pemangku kepentingan membutuhkan keyakinan bahwa perubahan tersebut tetap berjalan dalam koridor keamanan, tata kelola dan kepentingan nasional.
Transformasi yang Menghasilkan Pengakuan
Kepemimpinan transformasi PERURI juga tercermin dari berbagai pengakuan yang diterima perusahaan.
Pada Maret 2026, PERURI meraih penghargaan Perusahaan Terbaik II kategori Transformasi Digital dalam Anugerah BUMN Award ke-15. Penghargaan tersebut diberikan atas modernisasi proses kerja internal melalui pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas, transparansi dan keandalan operasional.
Sebelumnya, pada Januari 2026, PERURI meraih Indonesia Best Digital Innovation Award dalam SWA Award. Penilaian penghargaan tersebut antara lain melihat keselarasan strategi digital dengan visi perusahaan, adopsi teknologi, tata kelola transformasi serta dampaknya terhadap kinerja dan pengalaman pelanggan.
Rangkaian penghargaan tersebut memperlihatkan bahwa transformasi bukan sekadar narasi yang dibangun melalui komunikasi. Ada proses organisasi dan teknologi yang mendukung perubahan tersebut.
Memimpin dengan Perspektif Jangka Panjang
Kepemimpinan dalam perusahaan teknologi keamanan membutuhkan perspektif jangka panjang. Teknologi dapat berubah dalam hitungan bulan, tetapi membangun kapabilitas, budaya kerja dan kepercayaan membutuhkan waktu jauh lebih panjang.
PERURI telah memperlihatkan arah tersebut melalui pengembangan ekosistem digital, termasuk pemanfaatan teknologi untuk layanan pemerintah. Pada 2024, perusahaan menyatakan kesiapan menjalankan penugasan sebagai GovTech Indonesia dan mendukung implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.
Dalam konteks kepemimpinan, langkah tersebut menunjukkan bahwa transformasi PERURI tidak hanya diarahkan untuk kepentingan komersial.
Perusahaan juga berupaya mengambil bagian dalam agenda nasional. Teknologi yang dikembangkan diarahkan untuk mendukung kebutuhan pemerintah sekaligus menciptakan layanan digital yang lebih aman dan terpercaya.
Kepemimpinan yang Menyatukan Bisnis dan Dampak
Dimensi kepemimpinan PERURI juga terlihat dari perhatian terhadap aspek sosial dan lingkungan.
Pada Mei 2026, PERURI meraih TOP CSR Awards 2026 Bintang 5, predikat tertinggi dalam ajang tersebut. Direktur Utama PERURI Dwina Septiani Wijaya juga mendapatkan penghargaan TOP Leader on CSR Commitment 2026.
Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan perusahaan tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan transformasi bisnis.
Program tanggung jawab sosial dan lingkungan ditempatkan sebagai bagian dari strategi perusahaan dan prinsip ESG. Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan bisnis diharapkan dapat berjalan beriringan dengan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Ini menjadi semakin penting bagi perusahaan negara. Ekspektasi terhadap BUMN bukan hanya menghasilkan kinerja finansial, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap agenda pembangunan yang lebih luas.
Komunikasi sebagai Instrumen Kepemimpinan
Penghargaan IPRA 2026 juga memberikan pelajaran mengenai hubungan antara kepemimpinan dan komunikasi.
Dalam organisasi yang sedang mengalami transformasi, komunikasi berfungsi sebagai jembatan antara strategi dan implementasi. Pemimpin perlu memastikan bahwa perubahan dapat dipahami oleh karyawan, mitra, pemerintah, pelanggan dan masyarakat.
PERURI sendiri menilai penghargaan IPRA 2026 sebagai apresiasi terhadap konsistensi perusahaan dalam membangun reputasi dan komunikasi dengan stakeholder.
Artinya, komunikasi bukan ditempatkan sebagai aktivitas pelengkap setelah strategi bisnis selesai dibuat. Komunikasi menjadi bagian dari perjalanan transformasi itu sendiri.
Pemimpin yang mampu menjelaskan arah perubahan secara konsisten akan lebih mudah membangun kepercayaan terhadap agenda yang sedang dijalankan.
Dari Perusahaan Percetakan Menjadi Perusahaan Teknologi Keamanan
Salah satu tantangan terbesar dalam transformasi PERURI adalah mengubah persepsi publik mengenai identitas perusahaan.
Selama bertahun-tahun, nama PERURI sangat erat dengan pencetakan uang dan dokumen sekuriti. Kini, perusahaan ingin memperkuat posisi sebagai perusahaan teknologi high security.
Transformasi tersebut bukan hanya persoalan mengganti produk. Ia membutuhkan perubahan cara berpikir organisasi, pengembangan kompetensi digital, investasi teknologi, dan kemampuan membangun kepercayaan pada pasar baru.
Di sinilah kepemimpinan memainkan peranan penting.
Pemimpin harus mampu menjaga identitas dan kompetensi inti perusahaan sekaligus membuka ruang bagi inovasi baru.
Menjaga Momentum
Berbagai penghargaan yang diterima PERURI sepanjang 2026 memberikan momentum positif bagi perusahaan. Namun, penghargaan sekaligus membawa tanggung jawab untuk menjaga konsistensi.
Keberhasilan transformasi digital perlu terus diterjemahkan menjadi layanan yang semakin baik. Pengembangan teknologi harus diikuti penguatan keamanan. Sementara komunikasi publik perlu terus menjaga transparansi dan kredibilitas.
Bagi Dwina dan jajaran manajemen PERURI, tantangan berikutnya adalah memastikan transformasi tidak berhenti sebagai proyek teknologi.
Transformasi harus menjadi budaya perusahaan.
Ketika teknologi, sumber daya manusia, tata kelola, komunikasi dan orientasi pelayanan bergerak dalam arah yang sama, perubahan dapat menghasilkan dampak yang lebih berkelanjutan.
Kepemimpinan yang Mengarah ke Masa Depan
Indonesia PR Award 2026 pada akhirnya bukan hanya cerita tentang penghargaan komunikasi. Di baliknya terdapat cerita mengenai sebuah organisasi yang sedang mengubah dirinya untuk menghadapi masa depan.
PERURI memiliki sejarah panjang sebagai penjamin keaslian dan keamanan. Kini, kompetensi tersebut diperluas ke ruang digital dan teknologi pemerintahan.
Di bawah kepemimpinan Dwina Septiani Wijaya, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa transformasi dapat dilakukan tanpa kehilangan identitas utama perusahaan.
Dari keamanan fisik menuju keamanan digital, dari percetakan menuju teknologi, dan dari mandat tradisional menuju peran dalam transformasi pemerintahan digital, PERURI sedang membangun babak baru dalam perjalanan korporasinya.
Dan pada akhirnya, ukuran keberhasilan kepemimpinan bukan hanya berapa banyak penghargaan yang diterima, melainkan seberapa kuat organisasi mampu menciptakan kepercayaan, beradaptasi terhadap perubahan, dan memberikan manfaat yang bertahan dalam jangka panjang.
Sumber
SINDOnews — Perkuat Kepercayaan Publik, PERURI Raih Penghargaan Popular Companies di IPRA 2026
