Jakarta — Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta merayakan Dies Natalis ke‑68 dengan memberikan 35 penghargaan kepada civitas akademika, tenaga kependidikan, unit kerja, dan mitra strategis. Acara yang berlangsung di Auditorium Harun Nasution ini menjadi momentum penting untuk menegaskan peran UIN Jakarta dalam memperkuat reputasi global pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
Kepemimpinan Akademik
Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, menegaskan bahwa penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh elemen kampus. Menurutnya, kepemimpinan akademik tidak hanya diukur dari capaian riset dan publikasi, tetapi juga dari kemampuan membangun ekosistem kolaboratif yang melibatkan mitra strategis.
Tata Kelola dan Reputasi Global
Penganugerahan ini menjadi bagian dari strategi universitas untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan daya saing menuju Indonesia Emas 2045. Dengan menempatkan integritas, inovasi, dan kolaborasi sebagai nilai inti, UIN Jakarta berupaya meneguhkan posisinya sebagai pusat keilmuan Islam modern yang berkelas dunia.
Apresiasi untuk Mitra Strategis
Selain civitas akademika, penghargaan juga diberikan kepada mitra eksternal yang telah mendukung pengembangan universitas. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus dibangun melalui jejaring dan sinergi lintas sektor.
Inspirasi Lintas Sektor
Dies Natalis ke‑68 UIN Jakarta memberikan pelajaran penting bagi sektor pendidikan dan pemerintahan: kepemimpinan yang efektif lahir dari kombinasi apresiasi, tata kelola yang transparan, dan visi jangka panjang. Model ini dapat menjadi inspirasi bagi institusi lain dalam membangun reputasi dan kontribusi berkelanjutan.
Kesimpulan
Perayaan Dies Natalis ke‑68 bukan hanya seremoni, tetapi juga refleksi kepemimpinan akademik. Dengan 35 penghargaan yang diberikan, UIN Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan inovasi, memperkuat kolaborasi, dan menatap masa depan global dengan optimisme.
