Jakarta — Resonance Consultancy merilis daftar 10 kota terbaik dunia 2025, menyoroti kepemimpinan kota dalam membangun daya saing global. Penilaian dilakukan terhadap lebih dari 400 kota berpenduduk di atas 1 juta jiwa, dengan indikator kelayakan huni, daya tarik, dan kemakmuran.
London menempati posisi pertama, disusul New York dan Paris. Ketiga kota ini menunjukkan bagaimana kepemimpinan urban mampu mengintegrasikan transportasi publik, kualitas hidup, dan ekosistem ekonomi kreatif untuk mempertahankan status global.
Tokyo di peringkat keempat menjadi contoh kepemimpinan Asia yang berhasil menyeimbangkan efisiensi transportasi, biaya hidup relatif terjangkau, dan inovasi teknologi. Sementara Singapura di posisi keenam menegaskan peran kebijakan pemerintah yang konsisten dalam menciptakan kota ramah bisnis sekaligus berkelanjutan.
Madrid, Roma, Berlin, dan Barcelona melengkapi daftar dengan fokus pada budaya, pariwisata, serta kebijakan inklusif yang memperkuat identitas kota. Dubai di peringkat kedelapan menunjukkan kepemimpinan berbasis investasi besar dalam infrastruktur dan gaya hidup modern.
Analisis ini menegaskan bahwa kepemimpinan kota bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga kemampuan merancang kebijakan yang menyatukan masyarakat, menarik talenta global, dan menjaga keseimbangan antara ekonomi dan kualitas hidup.
Bagi Jakarta, daftar ini menjadi refleksi penting. Meski belum masuk 10 besar, kota ini dapat belajar dari praktik kepemimpinan global: memperkuat transportasi publik, menata ruang kota, dan membangun ekosistem kreatif yang berdaya saing internasional.
