// Leadership Update

Agus Gumiwang Perkuat Diplomasi Industri, Indonesia Bidik Alih Teknologi Perkapalan dari Rusia

July 15, 2026

Share:

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong kerja sama industri perkapalan Indonesia-Rusia sebagai strategi memperkuat investasi, alih teknologi, pengembangan SDM, dan daya saing industri nasional.

Transformasi industri nasional membutuhkan lebih dari sekadar investasi. Di tengah persaingan global yang semakin kompetitif, kepemimpinan yang mampu membangun kolaborasi strategis menjadi salah satu faktor utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. Prinsip tersebut kembali ditegaskan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melalui langkah diplomasi industri yang dijalankan pada ajang INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia.

Dalam forum bertajuk Building an Indonesia-Russia Shipbuilding Partnership, Indonesia memperkuat penjajakan kerja sama dengan berbagai perusahaan galangan kapal Rusia. Fokus utama kolaborasi tidak hanya pada peningkatan investasi, tetapi juga mencakup transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, hingga peluang produksi bersama yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas industri maritim nasional.

Menurut Agus Gumiwang, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kebutuhan besar terhadap industri perkapalan yang modern dan kompetitif. Infrastruktur maritim menjadi tulang punggung distribusi logistik, transportasi antarpulau, sektor perikanan, hingga pengembangan industri energi lepas pantai. Oleh karena itu, penguatan kerja sama dengan negara yang memiliki pengalaman panjang di bidang teknologi perkapalan dinilai sebagai langkah strategis dalam mempercepat modernisasi industri nasional.

Kepemimpinan dalam sektor industri saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pencapaian jangka pendek. Pemerintah berupaya membangun fondasi yang berkelanjutan melalui peningkatan kemampuan industri dalam negeri. Transfer pengetahuan, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta penguasaan teknologi menjadi investasi jangka panjang yang dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat manufaktur di kawasan Asia Tenggara.

Forum tersebut juga mempertemukan asosiasi industri perkapalan Indonesia dengan perusahaan-perusahaan Rusia untuk membahas berbagai peluang kolaborasi, mulai dari pembangunan kapal logistik, kapal penumpang, kapal perikanan, kapal patroli, hingga industri komponen kapal. Pendekatan ini menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi tidak hanya dilakukan di tingkat pemerintah, tetapi juga melibatkan pelaku industri secara langsung agar menghasilkan kerja sama yang lebih konkret.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian, Tri Supondy, menyampaikan bahwa Indonesia menawarkan pasar yang besar dan industri yang terus berkembang, sementara Rusia memiliki pengalaman serta teknologi yang dapat melengkapi kebutuhan tersebut. Sinergi kedua negara diharapkan mampu menghasilkan investasi baru, pengembangan SDM, hingga joint production yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Momentum kerja sama ini juga semakin kuat setelah ditandatanganinya Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang membuka peluang lebih luas bagi perdagangan, investasi, dan pertukaran teknologi antara Indonesia dengan negara-negara anggota Eurasian Economic Union. Kehadiran Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 menjadi sinyal bahwa pemerintah semakin aktif memperluas jejaring industri di tingkat global.

Bagi dunia kepemimpinan, langkah yang diambil Agus Gumiwang mencerminkan pendekatan yang berorientasi pada pembangunan kapasitas, bukan sekadar pencapaian angka investasi. Kepemimpinan yang efektif tidak hanya menghadirkan peluang bisnis, tetapi juga memastikan setiap kemitraan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat inovasi nasional, dan menciptakan daya saing yang berkelanjutan. Dengan strategi tersebut, Indonesia tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga mitra industri yang semakin diperhitungkan di tingkat internasional.


Sumber

  1. CNN Indonesia – RI Bidik Investasi Alih Teknologi Lewat Kemitraan Kapal dengan Rusia.
    https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260713143343-92-1380152/ri-bidik-investasi-alih-teknologi-lewat-kemitraan-kapal-dengan-rusia
asia award media, award magazine, penghargaan