Sraya Nusa 2026 menghadirkan ekosistem baru bagi perempuan Indonesia melalui kepemimpinan, kolaborasi, ekspresi, dan apresiasi terhadap kontribusi nyata.
JAKARTA – Kepemimpinan perempuan tidak selalu hadir dalam bentuk jabatan atau posisi formal. Dalam banyak situasi, kepemimpinan juga tumbuh melalui keberanian mengambil keputusan, membangun komunitas, menciptakan karya, membuka kesempatan bagi orang lain, hingga menghadirkan dampak nyata di tengah masyarakat. Perspektif inilah yang menjadi salah satu semangat dalam kehadiran Sraya Nusa 2026.
Digagas oleh Diadona.id, Sraya Nusa diperkenalkan melalui rangkaian The Opening Chapter pada 11-13 September 2026 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan. Program tersebut dirancang bukan sekadar sebagai sebuah acara penghargaan, tetapi sebagai langkah awal membangun ekosistem yang mempertemukan perempuan dengan komunitas, pelaku usaha, industri kreatif, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap masa depan perempuan Indonesia.
Head of Content Diadona.id, Ellyana Mae, menjelaskan bahwa Sraya Nusa berangkat dari gagasan bahwa nilai tidak cukup hanya diyakini. Nilai perlu dihidupi, diwariskan, dan diterjemahkan menjadi tindakan. Dari gagasan tersebut, Sraya Nusa dikembangkan melalui tiga pengalaman utama, yakni Connection, Expression, dan Recognition.
Connection menjadi ruang untuk mempertemukan manusia, komunitas, dan berbagai gagasan agar dapat saling belajar dan bertumbuh. Bagi kepemimpinan perempuan, ruang semacam ini menjadi penting karena perjalanan seorang pemimpin tidak selalu berlangsung secara individual. Pertukaran pengalaman, jejaring, dan kolaborasi dapat menjadi bagian dari proses membangun kapasitas sekaligus memperluas dampak.
Sementara itu, Expression memberikan tempat bagi budaya, karya kreatif, pengalaman, serta cerita perempuan untuk hadir dalam ruang publik. Kepemimpinan tidak hanya berbicara tentang bagaimana seseorang memimpin organisasi, tetapi juga bagaimana gagasan dan karya dapat menjadi medium untuk menyampaikan nilai kepada masyarakat.
Pilar ketiga, Recognition, kemudian memberikan bentuk apresiasi terhadap individu maupun organisasi yang menghadirkan kontribusi nyata. Salah satu programnya adalah Apresiasi Perempuan Berpengaruh (APB) 2026, yang mencakup sejumlah kategori, antara lain Leadership, Social Impact, Culture and Heritage, Economic Empowerment, serta Influence & Inspiration.
Pada kategori Leadership, misalnya, terdapat nama Lilis Mulyawati, President Director of Watsons Indonesia, dan Selfie Dewiyanti, Commercial and Marketing Director PT Pegadaian. Apresiasi juga diberikan kepada Eva Dwiana, Wali Kota Bandar Lampung, yang penghargaan diterima oleh perwakilannya. Kehadiran kategori tersebut menunjukkan luasnya spektrum kepemimpinan perempuan, mulai dari sektor korporasi hingga ruang pemerintahan dan pelayanan publik.
Namun, makna kepemimpinan dalam Sraya Nusa tidak berhenti pada pemberian penghargaan. Recognition ditempatkan sebagai cara untuk membuat kontribusi seseorang atau organisasi dapat terus dikenali, dibagikan, dan menjadi sumber inspirasi bagi lebih banyak orang. Dengan pendekatan tersebut, penghargaan menjadi bagian dari perjalanan yang lebih panjang, bukan tujuan akhir.
Gagasan tersebut juga terlihat dari format kegiatan yang dihadirkan selama Sraya Nusa. Selain apresiasi, terdapat Sraya Sessions yang membahas berbagai tema, mulai dari leadership, beauty and wellness, finance and entrepreneurship, culture and identity, hingga future and sustainability. Format kegiatannya mencakup talkshow, workshop, community session, brand-led discussion, dan community building.
Di sisi lain, keterlibatan pelaku usaha dan industri kreatif memperluas dimensi kepemimpinan yang ingin dibangun. Kolaborasi dengan Pasar Keliling, misalnya, menghadirkan produk lokal dan UMKM dalam rangkaian acara. Ruang semacam ini mempertemukan gagasan pemberdayaan dengan aktivitas ekonomi, kreativitas, dan jejaring bisnis.
Yang menarik, Sraya Nusa juga dirancang untuk tidak berhenti setelah rangkaian acara selama tiga hari. Diadona.id menyebut The Opening Chapter sebagai awal dari pengembangan berbagai program lanjutan, termasuk kegiatan komunitas, ruang kolaborasi, program berbasis brand, edukasi, serta pengembangan Sraya Sessions. Dengan demikian, Sraya Nusa diarahkan menjadi platform yang dapat terus hidup sepanjang tahun.
Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan perubahan peran yang ingin dibangun Diadona.id. Dari media digital yang menghadirkan informasi seputar perempuan, platform ini mulai memperluas ruangnya menjadi tempat bertemunya cerita, komunitas, karya, percakapan, dan apresiasi.
Pada akhirnya, kepemimpinan perempuan membutuhkan lebih dari sekadar pengakuan. Ia membutuhkan ruang untuk belajar, kesempatan untuk mencoba, jaringan untuk berkolaborasi, serta ekosistem yang memungkinkan kontribusi terus berkembang. Sraya Nusa 2026 mencoba membangun ruang tersebut melalui perpaduan antara connection, expression, dan recognition.
Melalui pendekatan itu, pesan yang dibawa Sraya Nusa menjadi lebih luas: perempuan tidak hanya perlu dirayakan ketika mencapai sesuatu, tetapi juga perlu diberi ruang untuk membangun perjalanan, membagikan pengalaman, dan membuka jalan bagi perempuan lainnya. Di situlah kepemimpinan dapat berkembang dari pencapaian personal menjadi kontribusi yang memiliki dampak lebih panjang.




