Dwi Hadi Atmaka memperkuat peran Corporate Secretary Pegadaian melalui tata kelola, komunikasi stakeholder, dan strategi menjaga reputasi perusahaan.
JAKARTA — Kepemimpinan dalam sebuah perusahaan tidak hanya terlihat dari keputusan bisnis dan pencapaian kinerja. Dalam organisasi yang memiliki banyak pemangku kepentingan, kemampuan menjaga komunikasi, transparansi, dan tata kelola juga menjadi bagian penting dari kepemimpinan perusahaan.
Hal tersebut tercermin dalam perjalanan Dwi Hadi Atmaka sebagai Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian. Di bawah kepemimpinannya, fungsi Corporate Secretary Pegadaian meraih penghargaan Winner of Indonesia Best Corporate Secretary for Governance Excellence 2026 dalam ajang Corporate Secretary Champion 2026 yang diselenggarakan Majalah SWA di Jakarta pada 1 September 2026.
Penghargaan tersebut diberikan atas peran fungsi Corporate Secretary dalam mendukung penguatan Good Corporate Governance (GCG) sekaligus membangun komunikasi korporasi yang transparan, efektif, dan konstruktif dengan para pemangku kepentingan. Pegadaian memperoleh predikat Very Good setelah melalui proses penilaian pada 7–9 Juli 2026.
Memimpin dengan Komunikasi dan Kolaborasi
Bagi Dwi, fungsi Corporate Secretary tidak berhenti pada aspek administratif. Perannya berkaitan dengan bagaimana perusahaan membangun hubungan yang sehat dengan stakeholder sekaligus memastikan informasi perusahaan tersampaikan secara tepat.
“Pencapaian ini menjadi pendorong semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola dan komunikasi korporasi secara profesional dan inovatif,” ujar Dwi. Ia juga menekankan pentingnya hubungan yang erat dan transparan dengan pemangku kepentingan untuk memperkuat reputasi perusahaan.
Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa komunikasi menjadi bagian dari kepemimpinan organisasi. Ketika perusahaan memiliki pelanggan, regulator, media, investor, mitra bisnis, dan masyarakat sebagai stakeholder, kualitas komunikasi ikut menentukan bagaimana kebijakan dan aktivitas perusahaan dipahami oleh publik.
Pegadaian sendiri menjelaskan bahwa Corporate Secretary merupakan organ pendukung Direksi yang bertanggung jawab terhadap pembentukan citra positif perusahaan serta penyampaian informasi material secara tepat waktu dan akurat kepada pemangku kepentingan. Corporate Secretary juga berkoordinasi dengan Dewan Komisaris serta auditor internal dan eksternal.
Pengalaman yang Membentuk Perspektif Kepemimpinan
Perjalanan Dwi Hadi Atmaka di Pegadaian memberikan pengalaman lintas fungsi sebelum ia dipercaya memimpin kesekretariatan perusahaan. Profil resmi Pegadaian mencatat bahwa ia pernah menjadi Pemimpin Wilayah III Palembang, Deputy Bisnis Area Medan 2, GM Bisnis PT Pesonna Optima Jasa, serta menduduki sejumlah posisi di bidang bisnis, audit, dan strategic performance.
Dwi ditunjuk sebagai Sekretaris Perusahaan berdasarkan Keputusan Direksi Nomor 1062/KEP/2024. Sebelumnya, ia juga telah memiliki pengalaman dalam pengelolaan risiko dan memperoleh sertifikasi Certified Risk Professional dari BNSP pada 2024.
Latar belakang tersebut memberikan konteks terhadap peran yang dijalankannya saat ini. Pengalaman di berbagai fungsi membuat Corporate Secretary tidak hanya berhadapan dengan persoalan komunikasi, tetapi juga harus memahami dinamika operasional, risiko, perubahan organisasi, serta kepentingan berbagai pihak.
Dalam pemberitaan resmi Pegadaian saat pengangkatannya pada awal 2025, Dwi menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan amanah tersebut melalui inovasi dan kolaborasi bersama tim serta stakeholder untuk mendukung visi dan misi perusahaan.
Tata Kelola sebagai Fondasi Kepemimpinan
Penghargaan Corporate Secretary Champion 2026 juga memperlihatkan luasnya aspek yang perlu dikelola dalam fungsi kesekretariatan perusahaan. Penilaian mencakup Compliance, Investor Relations, Government Relations, Media & Public Relations, Program CSR, hingga Crisis Management Handling.
Dengan cakupan tersebut, Corporate Secretary berada pada posisi yang menghubungkan berbagai kepentingan di dalam dan di luar organisasi. Tantangannya bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi memastikan komunikasi berjalan selaras dengan prinsip tata kelola dan kebutuhan perusahaan.
Pegadaian sendiri menyatakan bahwa prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran menjadi bagian dari penerapan GCG di seluruh lini bisnisnya.
Dalam konteks perusahaan yang terus berkembang, tata kelola juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan. Pegadaian tengah memperkuat bisnis dan layanannya, sehingga kebutuhan terhadap komunikasi yang konsisten dan hubungan stakeholder yang terkelola menjadi semakin penting.
Penghargaan yang diraih pada 2026 menjadi salah satu momentum bagi Dwi Hadi Atmaka dan tim Corporate Secretary Pegadaian untuk melanjutkan proses tersebut. Bukan sekadar pencapaian, apresiasi ini juga menjadi dorongan untuk terus memperbaiki kualitas komunikasi dan tata kelola perusahaan.
Pada akhirnya, kepemimpinan Corporate Secretary berhadapan dengan satu tugas yang semakin kompleks: menjaga agar pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan stakeholder. Bagi Pegadaian, peran tersebut menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam menjalankan transformasi dan mencapai tujuan strategis secara berkelanjutan.




