Jakarta — Jakarta menjadi saksi momen penting bagi dunia pendidikan berbasis tahfidz ketika Dr. Andi Kaharuddin Bahar, S.IP, M.Hum menerima apresiasi #1 Indonesia Most Recommended Education Awards 2026. Penghargaan ini diberikan dalam rangkaian 2.0 Award Trends Summit 2026 yang diselenggarakan Award Magazine, serta diserahkan oleh GP Rajasa Pranadewa pada Sabtu, 24 Januari 2026 di Hotel Grand Mercure Kemayoran Jakarta.
Di balik penghargaan tersebut, ada kepemimpinan yang berangkat dari visi yang jelas. Dr. Andi Kaharuddin Bahar memposisikan SMP Tahfidz Mutiara Al Akbar Makassar sebagai lembaga yang membangun karakter, adab, serta kedisiplinan belajar, sekaligus menegaskan identitasnya sebagai SMP tahfidz pertama di Makassar. Ini bukan sekadar tagline, tetapi arah kerja yang diterjemahkan menjadi sistem pendidikan dan budaya sekolah yang konsisten.
Salah satu aspek yang membuat model kepemimpinannya menonjol adalah cara lembaga ini merawat kualitas pembinaan. Pendidikan tahfidz membutuhkan manajemen ritme yang rapi, pembiasaan yang kuat, dan lingkungan yang mendukung. Di titik ini, peran founder bukan hanya sebagai penggagas, tetapi sebagai penjaga nilai, pembangun kultur, dan pengarah standar mutu agar sekolah tetap relevan di mata masyarakat.
Penghargaan “most recommended” juga dapat dibaca sebagai sinyal publik bahwa sekolah dinilai layak dipercaya. Bagi banyak orang tua, rekomendasi bukan hanya soal fasilitas, tetapi soal rasa aman, kredibilitas, serta kejelasan sistem pembinaan. Pengakuan yang diterima SMP Tahfidz Mutiara Al Akbar menjadi indikator bahwa model layanan pendidikannya dinilai memiliki nilai tambah, baik dari sisi program maupun dampaknya pada pembentukan karakter.

Dalam konteks kepemimpinan pendidikan, capaian seperti ini biasanya lahir dari konsistensi. Sekolah yang bertahan dan berkembang bukan yang paling ramai, tetapi yang paling rapi sistemnya, paling jelas arah pendidikannya, dan paling kuat kultur hariannya. Kepemimpinan yang kuat akan terlihat dari hal kecil yang dilakukan terus menerus, dari disiplin program, keteladanan, sampai standar komunikasi dengan orang tua dan masyarakat.
Menariknya, spirit pendidikan hari ini juga semakin menuntut sekolah untuk membentuk generasi yang percaya diri tampil di ruang publik, mampu berdialog, dan siap menghadapi ekosistem global. Dalam dokumentasi terpisah, terlihat momen penutupan Asia World Model United Nations XII, sebuah pengalaman yang menekankan kepemimpinan, diplomasi, dan kolaborasi lintas negara, nilai yang juga sejalan dengan arah pembentukan karakter peserta didik.

Ada pula dokumentasi Global Millennial Model United Nations di Yogyakarta yang menampilkan semangat berprestasi melalui medali, sertifikat, dan pembelajaran kerja sama lintas negara. Pengalaman seperti ini menggambarkan bagaimana pendidikan modern semakin menuntut keseimbangan antara kekuatan nilai, keterampilan komunikasi, dan kesiapan menghadapi tantangan global.

Pada akhirnya, penghargaan #1 Indonesia Most Recommended Education Awards 2026 menjadi penegasan atas kepemimpinan Dr. Andi Kaharuddin Bahar dalam membangun lembaga yang bukan hanya mengajar, tetapi membina. Ini adalah capaian yang layak dirayakan, sekaligus menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik adalah amanah yang harus dijaga dengan kualitas, konsistensi, dan komitmen yang terus diperbarui.
