// Leadership Update

Analisis Kepemimpinan Hendroplin Minsen Djaliwan: Mendorong Tata Kelola Koperasi dan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan

July 28, 2026

Share:

Kepala DKUKMPP Kabupaten Lamandau Hendroplin Minsen Djaliwan meraih Indonesia Visionary Leader Award 2026 berkat kepemimpinannya dalam memperkuat koperasi, UMKM, perdagangan, dan industri menuju ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Transformasi ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan yang mampu membangun ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan. Atas kontribusinya dalam mendorong penguatan sektor koperasi, UMKM, perdagangan, dan industri di Kabupaten Lamandau, Hendroplin Minsen Djaliwan, S.Pd., Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kabupaten Lamandau, menerima Indonesia Visionary Leader Award 2026 pada ajang 8.0 Award Experience 2026 yang berlangsung di Grand Mercure Kemayoran Hotel, Jakarta, pada 25 Juli 2026. Penghargaan tersebut diberikan oleh Award Magazine sebagai bentuk apresiasi terhadap kepemimpinan yang dinilai memiliki visi strategis dalam pembangunan daerah.

Dari perspektif tata kelola pemerintahan, penghargaan ini mencerminkan semakin besarnya perhatian terhadap peran kepala perangkat daerah dalam menciptakan kebijakan yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. DKUKMPP merupakan salah satu organisasi perangkat daerah yang memiliki fungsi strategis karena menjadi penghubung antara pemerintah, pelaku usaha, koperasi, dan masyarakat dalam membangun aktivitas ekonomi yang inklusif.

Salah satu pendekatan yang menjadi perhatian di bawah kepemimpinan Hendroplin adalah penguatan kelembagaan koperasi. Di tengah tantangan perubahan ekonomi nasional maupun global, koperasi dituntut tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang sebagai organisasi bisnis yang profesional. Karena itu, DKUKMPP Lamandau secara konsisten mendorong kepatuhan terhadap regulasi perkoperasian, peningkatan kapasitas pengurus, serta penguatan tata kelola organisasi. Pendekatan ini menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kepercayaan anggota sekaligus memperluas kontribusi koperasi terhadap ekonomi daerah.

Dari sisi perdagangan, Hendroplin juga menempatkan aspek kepastian usaha sebagai prioritas. Implementasi tera dan tera ulang terhadap alat ukur perdagangan, termasuk jembatan timbang dan peron sawit, merupakan bagian dari upaya menciptakan mekanisme perdagangan yang transparan dan akuntabel. Langkah tersebut tidak hanya melindungi konsumen dan produsen, tetapi juga memperkuat integritas sistem perdagangan daerah. Dalam konteks industri berbasis komoditas seperti kelapa sawit yang berkembang di Lamandau, akurasi transaksi menjadi faktor penting dalam menjaga iklim usaha yang sehat.

Aspek lain yang patut dicermati adalah sinergi antara pengembangan UMKM dan peningkatan daya saing daerah. Berbagai daerah di Indonesia kini menghadapi tantangan berupa digitalisasi, perubahan pola konsumsi, serta meningkatnya persaingan pasar. Dalam kondisi tersebut, peran pemerintah daerah tidak lagi sekadar sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu membuka akses pembiayaan, memperluas pasar, meningkatkan kompetensi pelaku usaha, hingga mendorong inovasi produk. Kepemimpinan yang adaptif menjadi salah satu faktor utama dalam menjawab tantangan tersebut.

Secara kelembagaan, perpindahan Hendroplin dari sektor pariwisata menuju DKUKMPP pada tahun 2026 menunjukkan kepercayaan pemerintah daerah terhadap kapasitas kepemimpinannya dalam mengelola sektor ekonomi yang lebih luas. Pengalaman lintas sektor memberikan nilai tambah dalam membangun kolaborasi antarlembaga, memahami karakteristik potensi daerah, serta merumuskan kebijakan yang lebih terintegrasi.

Penghargaan Indonesia Visionary Leader Award 2026 juga menunjukkan bahwa indikator keberhasilan seorang pemimpin publik kini semakin menitikberatkan pada keberlanjutan program, inovasi pelayanan, serta kemampuan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Pengakuan semacam ini menjadi sinyal positif bahwa pembangunan ekonomi daerah memerlukan kepemimpinan yang tidak hanya responsif terhadap tantangan jangka pendek, tetapi juga memiliki visi jangka panjang dalam memperkuat fondasi ekonomi lokal.

Ke depan, tantangan bagi DKUKMPP Kabupaten Lamandau adalah memastikan berbagai program penguatan koperasi, UMKM, perdagangan, dan industri mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital serta dinamika pasar yang terus berubah. Dengan kepemimpinan yang berorientasi pada tata kelola yang baik, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat, Hendroplin Minsen Djaliwan dinilai memiliki modal penting untuk membawa sektor ekonomi daerah menuju pertumbuhan yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

award magazine