Di tengah dinamika ekonomi dan transformasi digital yang semakin cepat, kepemimpinan adaptif menjadi kata kunci utama. Hal inilah yang mengemuka dalam 2.0 Award Trends Summit 2026 yang digelar pada 14 Februari 2026 di Trans Resort Hotel – Bali.
Acara yang diinisiasi oleh Award Magazine tersebut bukan sekadar seremoni penghargaan. Bagi pendirinya, GP Rajasa Pranadewa, penghargaan adalah medium untuk mengangkat standar kepemimpinan nasional ke level yang lebih visioner dan berkelanjutan.
Dalam pidatonya, GP Rajasa Pranadewa menekankan bahwa pemimpin masa kini dituntut memiliki tiga kualitas utama: keberanian mengambil keputusan strategis, kemampuan membaca perubahan, serta komitmen membangun dampak sosial. “Kepemimpinan bukan lagi soal otoritas, melainkan tentang kemampuan menggerakkan dan menginspirasi,” ujarnya.
Para penerima penghargaan terdiri dari direktur perusahaan, ketua organisasi, birokrat, hingga pendidik yang dinilai memiliki rekam jejak konsisten dan terukur. Penilaian dilakukan berdasarkan kontribusi nyata terhadap institusi, inovasi kebijakan, serta kemampuan membangun tim yang solid dan progresif.
Leadership Update mencatat, konsep “2.0” yang diusung dalam summit ini menggambarkan fase baru kepemimpinan Indonesia. Jika sebelumnya fokus pada stabilitas dan pertumbuhan, kini orientasinya meluas ke transformasi digital, tata kelola yang transparan, serta kolaborasi lintas sektor.
Bagi banyak penerima, penghargaan ini bukanlah titik akhir, melainkan refleksi perjalanan panjang yang penuh tantangan. Beberapa di antaranya mengungkapkan bahwa proses membangun organisasi yang sehat dan berdaya saing global membutuhkan ketekunan, pembelajaran berkelanjutan, serta integritas yang tidak bisa ditawar.
Dengan atmosfer elegan khas Bali dan diskusi yang inspiratif, 2.0 Award Trends Summit 2026 menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan hari ini. Award Magazine melalui ajang ini berhasil menghadirkan ruang apresiasi sekaligus refleksi bagi para pemimpin yang siap membawa perubahan nyata.
