// Leadership Update

Tito Karnavian Dorong Kepala Daerah Jadikan Penghargaan sebagai Energi Baru untuk Melayani Masyarakat

September 29, 2026

Share:

Mendagri Tito Karnavian memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah berprestasi 2026 dan mendorong kepala daerah mempertahankan capaian, memperkuat inovasi, serta meningkatkan pelayanan publik.

JAKARTA — Kepemimpinan pemerintahan daerah tidak hanya diukur dari kemampuan menyelesaikan program, tetapi juga dari konsistensi menghadirkan manfaat yang dirasakan masyarakat. Pesan tersebut kembali mengemuka dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi yang dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada 18 September 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Tito menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah daerah yang berhasil memperoleh apresiasi. Namun, penghargaan menurutnya bukanlah titik akhir. Kepala daerah yang telah meraih capaian justru didorong untuk mempertahankan prestasinya, sementara daerah yang belum memperoleh penghargaan diharapkan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus melakukan perbaikan.

“Bagi yang belum, ya mudah-mudahan bisa termotivasi. Bagi yang sudah dapat, manfaatkan anggaran tersebut, pertahankan prestasinya,” ujar Tito dalam sambutannya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana apresiasi ditempatkan sebagai bagian dari proses peningkatan kinerja pemerintahan. Penghargaan tidak berhenti pada pengakuan terhadap capaian suatu daerah, tetapi diarahkan untuk mendorong kesinambungan program, inovasi, serta kualitas pelayanan publik.

Bagi seorang pemimpin daerah, mempertahankan prestasi memiliki tantangan tersendiri. Kondisi sosial, kebutuhan masyarakat, kapasitas fiskal, hingga dinamika pembangunan terus berubah. Karena itu, capaian yang telah diraih perlu diterjemahkan menjadi budaya kerja yang berkelanjutan, bukan sekadar keberhasilan dalam satu periode penilaian.

Dalam rangkaian Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Sulawesi, terdapat sejumlah bidang yang menjadi perhatian, antara lain akses dan kualitas layanan kesehatan, implementasi Program 3 Juta Rumah, pengelolaan sampah dan lingkungan asri, serta akses terhadap layanan pendidikan.

Sejumlah daerah mencatat capaian pada kategori tersebut. Kabupaten Barru menjadi Terbaik I untuk kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, sementara Kendari menjadi Terbaik I tingkat kota dan Gorontalo Terbaik I tingkat provinsi. Pada kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah, Morowali, Makassar, dan Sulawesi Selatan masing-masing menjadi Terbaik I pada tingkatan yang berbeda.

Bidang lingkungan juga mendapat perhatian melalui kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri. Luwu Timur menjadi Terbaik I tingkat kabupaten, Parepare Terbaik I tingkat kota, dan Sulawesi Selatan Terbaik I tingkat provinsi. Sementara dalam akses layanan pendidikan, Enrekang, Palopo, dan Sulawesi Utara masing-masing meraih posisi Terbaik I pada kategori kabupaten, kota, dan provinsi.

Lebih jauh, Tito menekankan bahwa penyelenggaraan apresiasi tersebut diharapkan mampu memotivasi kepala daerah di seluruh Sulawesi untuk terus tumbuh dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pesan itu disampaikannya setelah acara berlangsung di Makassar.

Perspektif tersebut menempatkan kepemimpinan daerah dalam kerangka yang lebih luas. Seorang kepala daerah bukan hanya dituntut menghasilkan program, tetapi juga membangun sistem yang mampu menjaga keberlanjutan pelayanan. Ketika penghargaan diterima, tantangan berikutnya adalah memastikan capaian tersebut benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 pada akhirnya menjadi ruang untuk mempertemukan dua hal penting dalam kepemimpinan publik: pengakuan terhadap kinerja dan dorongan untuk terus berbenah. Bagi daerah penerima penghargaan, capaian tersebut menjadi tanggung jawab untuk mempertahankan kualitas. Bagi daerah lainnya, keberhasilan para penerima dapat menjadi referensi untuk memperkuat inovasi dan tata kelola.

Kepemimpinan yang berkelanjutan memang tidak berhenti ketika sebuah penghargaan diterima. Justru setelah pengakuan diberikan, ukuran berikutnya adalah bagaimana pemerintah daerah menggunakan momentum tersebut untuk memperluas manfaat pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menjawab kebutuhan masyarakat secara konsisten.

award magazine