Jakarta — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan komitmen memperkuat jejaring nasional untuk mempercepat literasi digital di Indonesia. Melalui kerja sama dengan 35 mitra strategis dari berbagai sektor, mulai dari organisasi masyarakat, perguruan tinggi, industri, hingga komunitas akar rumput, pemerintah berupaya menjawab tantangan literasi digital yang semakin kompleks di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menekankan bahwa literasi digital adalah pekerjaan besar yang tidak bisa ditangani pemerintah seorang diri. Dengan 220 juta pengguna internet, kolaborasi multipihak menjadi kebutuhan mendesak agar edukasi digital menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) pada 2025 tercatat 44,43 poin, naik dari 43,34 poin tahun sebelumnya. Peningkatan ini dinilai dapat dipercepat melalui sinergi dengan mitra strategis. Penandatanganan MoU dengan 35 mitra ditegaskan bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen nyata membangun ekosistem digital yang inklusif dan beretika.
Kepala BPSDM Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menambahkan bahwa ruang digital bergerak lebih cepat daripada siklus regulasi. Karena itu, mekanisme co‑creation dengan mitra diperlukan agar solusi literasi digital dapat terus beradaptasi dengan perubahan teknologi dan risiko siber.
Kesimpulannya, langkah Kemkomdigi memperkuat jejaring nasional adalah strategi kebijakan publik yang menempatkan literasi digital sebagai fondasi utama. Talenta digital dan literasi bukan hanya pelengkap, melainkan infrastruktur sosial yang menentukan masa depan Indonesia di era digital.
