// Leadership Update

Riset Baru: Planet Ekstra Tata Surya Pernah Berdampingan dengan Bumi

December 26, 2025

Share:

Jakarta — Sebuah riset terbaru yang dipublikasikan oleh Live Science mengungkap hipotesis mengejutkan: pernah ada planet ekstra tata surya yang mengorbit berdekatan dengan Bumi, dan peristiwa ini diyakini menjadi alasan terbentuknya Bulan. Temuan ini membuka diskusi baru tentang sejarah tata surya dan bagaimana kebijakan riset sains harus diarahkan untuk mendukung eksplorasi kosmik.

Menurut para peneliti, tabrakan besar antara Bumi purba dengan planet tersebut menghasilkan puing‑puing yang kemudian bergabung membentuk Bulan. Hipotesis ini memperkuat teori “giant impact” yang selama ini menjadi penjelasan utama, namun kini dengan perspektif baru bahwa planet asing bisa saja menjadi bagian dari proses tersebut.

Dari sudut pandang kebijakan sains, temuan ini menegaskan pentingnya investasi dalam riset astronomi dan eksplorasi ruang angkasa. Pengetahuan tentang asal‑usul Bulan tidak hanya relevan bagi ilmu pengetahuan, tetapi juga bagi strategi jangka panjang manusia dalam memahami dinamika kosmik dan potensi kolonisasi luar angkasa.

Pengamat menilai bahwa riset semacam ini harus didukung oleh kebijakan publik yang mendorong kolaborasi internasional. Penelitian tentang tata surya tidak bisa dilakukan secara terisolasi; ia membutuhkan jaringan global, teknologi canggih, dan pendanaan berkelanjutan.

Selain itu, temuan ini juga memiliki implikasi filosofis. Jika Bulan terbentuk dari tabrakan dengan planet asing, maka sejarah Bumi adalah hasil interaksi kosmik yang lebih luas. Hal ini menantang cara kita memandang identitas planet dan posisi manusia dalam alam semesta.

Kesimpulannya, hipotesis tentang planet ekstra tata surya yang pernah berdampingan dengan Bumi bukan sekadar teori ilmiah. Ia adalah panggilan kebijakan — bahwa riset sains harus terus didorong, agar manusia mampu memahami asal‑usul kosmik sekaligus menyiapkan masa depan eksplorasi ruang angkasa.