Shenzhen, China – Di era ekonomi global yang semakin terhubung, kepemimpinan tidak lagi hanya tentang kebijakan dalam negeri, melainkan kemampuan membangun jembatan kolaborasi lintas negara. Hal inilah yang ditegaskan oleh Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong saat bertemu dengan Sekretaris Partai Shenzhen Meng Fanli pada Selasa (3/9), dalam rangkaian kunjungan kerja ke Tiongkok.
Gan menggambarkan Singapura dan Shenzhen sebagai dua “gerbang ekonomi” yang dapat saling melengkapi. Keduanya memiliki kekuatan yang berbeda namun saling mendukung: Singapura sebagai pusat finansial dan konektivitas Asia Tenggara, serta Shenzhen sebagai salah satu motor utama pertumbuhan teknologi dan inovasi China. Melalui sinergi ini, arus investasi dan peluang bisnis antara kawasan ASEAN dan Greater Bay Area (GBA) dapat tumbuh jauh lebih pesat.
“Kolaborasi ini bukan hanya tentang investasi, tapi tentang membangun jembatan ekonomi jangka panjang yang membuka pasar, memperluas peluang, dan menciptakan dampak strategis bagi kawasan,” ujar Gan. Ia juga mengundang perusahaan-perusahaan Shenzhen untuk menjajaki potensi besar di Segitiga Pertumbuhan Sijori — mencakup Singapura, Johor (Malaysia), dan Kepulauan Riau (Indonesia) — sebagai basis ekspansi ke Asia Tenggara.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas langkah-langkah untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi digital, ekonomi hijau, rantai pasok, layanan kesehatan, dan bioteknologi. Semua sektor ini, menurut Gan, adalah pilar masa depan yang akan menentukan daya saing kawasan.
Shenzhen sendiri telah menjelma menjadi salah satu pusat ekonomi terkuat China, dengan PDB mencapai 3,68 triliun yuan (sekitar S$664 miliar) dan populasi muda yang menjadi motor inovasi. Kota ini juga merupakan rumah bagi raksasa teknologi seperti Huawei, Tencent, dan BYD — menjadikannya mitra strategis yang ideal bagi Singapura.
Kedua kota telah bekerja sama sejak 2019 melalui proyek Singapore-China (Shenzhen) Smart City Initiative, yang bertujuan mendorong konektivitas digital dan inovasi lintas batas. Kolaborasi ini kini memasuki tahap yang lebih strategis: membangun fondasi bagi ekosistem ekonomi baru yang menghubungkan potensi pasar Asia Tenggara dengan kekuatan industri dan teknologi China.
Di tengah perubahan geopolitik dan ekonomi global, langkah yang diambil Singapura dan Shenzhen mencerminkan kepemimpinan yang visioner — tidak hanya bereaksi terhadap perubahan, tetapi mengarahkan arah masa depan kawasan. Seperti yang ditekankan Gan, kemitraan strategis hari ini adalah fondasi bagi pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan di masa depan.
