// Leadership Update

Menag Beri Apresiasi, Inilah Para Penerima Penais Award 2025

September 18, 2025

Share:

Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar menutup sekaligus menyerahkan Penais Award 2025, sebuah ajang penghargaan bagi penyuluh agama Islam dan kepala daerah yang dinilai berhasil berinovasi, berdedikasi, serta berkontribusi memperkuat kehidupan beragama di Indonesia.

Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa penghargaan bukan sekadar simbol. Lebih dari itu, ia menilai kiprah para penyuluh dan dukungan kepala daerah adalah bagian dari perjalanan panjang menghadirkan layanan keagamaan yang menenteramkan hati umat. “Kita yakin Tuhan dan malaikat menjadi saksi bahwa kita telah berjasa mengangkat martabat kehidupan masyarakat di pelosok Indonesia,” ucap Menag di Jakarta, Senin (25/8/2025).

Ajang yang diinisiasi Direktorat Penerangan Islam Ditjen Bimas Islam ini diikuti penyuluh agama dari 24 provinsi. Dari total 90 nominasi, terpilih 9 kategori pemenang, antara lain pemberdayaan ekonomi umat oleh Shofwah Tafasir (Jawa Barat), pendampingan hukum oleh Sofyan Hadi (Jawa Timur), dan penguatan moderasi beragama oleh Mc. Mifrohul Hana (Jawa Tengah). Sementara itu, penghargaan kategori khusus lifetime achievement diberikan kepada Abu Bakar Siddiq untuk peningkatan ekonomi umat, Marliana untuk pengentasan kemiskinan, dan Arief Zamroni untuk ketahanan pangan.

Selain penyuluh, apresiasi juga diberikan kepada 43 kepala daerah—bupati dan wali kota—yang dinilai berperan aktif menciptakan kebijakan serta ruang bagi penyuluh agama agar dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Menurut Menag, sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci agar bimbingan rohani dan layanan dakwah benar-benar memberi dampak nyata.

Peran penyuluh agama, jelas Menag, tidak hanya menyampaikan ajaran, tetapi juga memahami kondisi sosial-psikologis masyarakat. Ia menyebut bahwa penyuluhan rohani adalah kebutuhan esensial yang sejajar dengan pembangunan fisik seperti jalan atau sekolah. “Semua yang keluar dari lubuk hati yang dalam, itulah yang akan mendarat ke hati yang sangat dalam,” ungkapnya.

Mengusung tema “Bergerak, Berinovasi, dan Berdampak”, Penais Award 2025 mencerminkan semangat transformasi dalam layanan penyuluhan agama di Indonesia. Kehadiran penyuluh di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menambah literasi keagamaan, tetapi juga menumbuhkan optimisme, rasa aman, dan ketenangan batin.

Hadir dalam acara penganugerahan, Dirjen Bimbingan Islam Abu Rokhmat, Direktur Penerangan Agama Islam Ahmad Islam, sejumlah kepala daerah, pejabat eselon II Kementerian Agama, staf khusus, tenaga ahli, serta para penyuluh agama dari berbagai daerah.